Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Bahasa Visual Bayi

Bahasa visual atau disebut juga bahasa tubuh merupakan bahasa bayi atau anak. Bahasa visual ini tampak sebagai perubahan ekspresi muka atau sikap yang mencerminkan apakah seorang bayi bayi dalam keadaan gembira, marah, tidak mau diganggu, atau keadaan yang berhubungan dengan emosi lainnya. Bahasa visual ini juga merupakan salah satu tahapan bicara pada seorang bayi atau anak yang dapat dipakai untuk mendeteksi apakah seorang bayi terlambat bicara sebelum bahasa ekspresifnya timbul

Berikut tanda-tanda yang dipakai bayi untuk mengekspresikan perasaannya

O Tertarik akan sesuatu, bayi tampak memperhatikan dengan melihat dan mendengar sesuatu(biasanya alis matanya akan sedikit tertarik ke bawah atau ke atas).

O Menikmati, bayi tersenyum sambil membuka bibir.

O Distrese, bayi tampak menangis, alis berkerut, dengan sudut mulut ke bawah.

O Marah, muka bayi tampak lebih merah dan mata mengecil.

O Takut, kulit bayi tampak lebih pucat, dingin bergetar, atau bulu berdiri.

O Malu, bulu mata bayi yang lebih tertarik ke bawah, tonus otot di wajah dan leher berkurang yang menyebabkan kepala bayi tertarik ke bawah.

O Jijik, Diperlihatkan dengan mulut dan lidah berkerut.

O Tak suka bau tertentu, mulut dan hidung bayi terangkat dengan kepala sedikit menjauh.

Artikel Yang Berkaitan

1. Stimulasi Pralahir.
2. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
3. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
4. Si Kecil Sering Gumoh.
5. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
6. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
7. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
8. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
9. Jika Perut Anak Kembung.
10. Bila Anak erkena Cacar Air.
11. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
12. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
13. Pendarahan Pada Tali Pusat.
14. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
15. Jerawat Pada Bayi.
16. Jika Anak Mengalami Kejang.
17. Demam Pada Anak.
18. Terapi Untuk Anak Autis.
19. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
20. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
21. Radang Telinga Pada Anak.

Selasa, 25 Januari 2011

Manfaat Stimulasi Bagi Janin

Stimulasi bagi bayi yang masih berada dalam kandungan sangatlah bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari. Berbagai penelitian ilmiah sudah banyak dilakukan, dimana bahwa saat terbaik untuk mulai melakukan stimulasi pada si kecil adalah ketika ia masih berada dalam kandungan. Sebenernya, janin sudah bisa mendengar suara, merasakan sentuhan, gerakan, getaran, bahkan emosi yang dirasakan oleh sang ibu. Gerakan menendang yang dilakukan janin merupakan respon terhadap sesuatu yang dirasakannya.

Manfaat stimulasi bagi janin

O Penelitian yang dilakukan DR. Van Carr pada tahun 1979 mengenai manfaat stimulasi atau latihan dan pendidikan pralahir menunjukan bahwa terdapat beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh ibu hamil pada dirinya sendiri maupun janinnya selama kehamilan ternyata dapat mengurangi berbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang bayi lahir.

O Sel-sel otak janin lebih aktif berkembang. Hal tersebut akan bermanfaat bagi pertumbuhan otak kiri dan otak kanan. dengan kata lain, terdapat keseimbangan abtara fungsi otak kiri dan kanan yang membuat si anak kelak termotifasi untuk terus belajar.

O anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, memiliki kepercayaan diri, mampu menyerap banyak hal, bisa memahami perasaan orang lain atau berempati, serta lebih siap mempelajari lingkungannya.

O Studi ilmiah men unjukan, stimulasi pralahir dapat menenangkan hati dan merangsang gerak dan denyut jantung janin selagi masih dalam kandungan serta merangsang kreativitas dan kecerdasan anak di kemudian hari.

Manfaat stimulasi bagi orang tua

O Bisa menjadi ajang latihan untuk mempersiapkan kehadiran sang buah hati.

O Dapat mengembangkan ikatan cinta dan kasih sayang diantara kedua orang tuanya serta buah hatinya.

O Dapat mengembangkan ikatan emosional diantara kedua orang tuanya dan buah hatinya.

Artikel Yang Berkaitan

1. Stimulasi Pralahir.
2. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
3. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
4. Si Kecil Sering Gumoh.
5. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
6. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
7. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
8. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
9. Jika Perut Anak Kembung.
10. Bila Anak erkena Cacar Air.
11. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
12. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
13. Pendarahan Pada Tali Pusat.
14. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
15. Jerawat Pada Bayi.
16. Jika Anak Mengalami Kejang.
17. Demam Pada Anak.
18. Terapi Untuk Anak Autis.
19. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
20. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
21. Radang Telinga Pada Anak.

Stimulasi Pralahir

Stimulasi pralahir merupakan stimuasi yang dilakukan sejak bayi masih berada dalam kandungan, stimulasi ini bisa dimulai pada usia kandungan 16 inggu atau 4 bulan hingga menjelang persalinan. Sebaiknya stimulasi ini dilakukan secara terpola untuk memudahkan janin belajar. Namun, tak perlu berlebihan agar janin tetap memiliki waktu untuk istirahat. Cukup luangkan waktu setidaknya 5 sampai 10 menit di pagi dan malam hari untuk berkomunikasi dengan janin.

Menurut Thomas R. Verny, Ph.D dan Rene Van De Carr, MD. psikiater dan pakar perkembangan anak, dalam bukunya 'Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan' disebutkan bahwa anak yang menerima stimulasi sejak dalam kandungan kelak akan memiliki kemampuan visual, pendengaran, dan ketrampilan berbahasa dan motorik yang lebih baik.

Jenis Stimulasi

Ada beragam jenis stimulasi yang dapat Anda lakukan antara lain:

O Stimulasi Suara.

a. Memperkenalkan diri.
Komunikasi pertama yang dapat Anda lakukan adalam memperkenalkan diri, misalnya, "Nak, ini ibu dan Ayah". Bagi sang ayah, dekatkan kepala pada perut ibu dan tempelkan pipi pada perut lalu berkomunikasilah dengan bayi. Jika terasa ada gerakan atau tendangan, berarti janin tersebut memberikan respon.

b. Membacakan cerita.
Cobalah dilain waktu untuk membacakan sebuah kisah. Tak perlu panjang-panjang, cukup 10 menit. Janin akan mendapatkan sensasi untuk merasakan pengalaman berkata-kata. Ayah juga bisa ikut membacakan, hal ini dilakukan karena hubungan antara ayah dan bayi berkaitan dengan kemampuan sosial si anak di kemudian hari.

c. Mendengarkan suara musik.
Dengan mendengarkan suara musik akan banyak membawa manfaat karena dapat memperkaya pendengaran janin, agar tak hanya mendengar irama jantung ibu, misalkan suara gendang kecil. Dekatkan alat musik trsebut pada perut ibu bunyikan irama yang terpola dan lembut. Upaya lainnya yang bisa dilakukn adalah bernyanyi atau bersenandung. Iramakan nada-nada indah dan menyenangkan agar bayi merasa tenang.

O Stimulasi Gerakan Tangan.

a. Membelai.
Letakkan jemari pada posisi punggung janin, yakni sekitar bagian bawah perut. Lakukan gerakan membelai punggung janin dari bawah sampai mencapai bagian atas perut yang merupakan posisi pantat bayi. Barengi belaian ini dengan mengucapkan kata-kata lembut.

b. Mengusap.
terlebih dahulu tentukan posisi punggung dan pantat bayi. Gunakan gerakan mengusap dengan jari dan telapak tangan terbuka. Kemudian usap-usaplah bagian perut dengan gerakan melingkar dan sedikit tekanan. lakukan dengan diiringi nyanyian atau alunan musik klasik.

c. Menepuk.
Lakukan gerakan menepuk dengan lembut. Tepukan dilakukan pada bagian atas perut yang merupakan posisi punggung atau pantat bayi. Akan tetapi, bila dideteksi ternyata posisi janin sungsang gerakan menepuk bisa dilakukan di bagian bawah perut. Lakukan dengan cara merapatkan jari-jemari lalu telapak tangan menepuk secara halus. Lakukan menepuk di tempat yang berbeda- beda dan perhatikan apakah janin akan memberkan respon juga.

d. Menekan.
Cobalah meletakkan tangan pada kedua sisi perut. gunakan ujung jari untuk menentukan posisi janin. Rasakan bagaimanan posisi badan dan kepalanya. Selanjutnya, tempatkan kedua tangan pada kedua sisi janin dan lakukan dengan sedikit tekanan lembut jangan terlalu keras. Gerakan menekan berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan pada janin.

e. Menguncang.
Langkah pertama, ketahui posisi punggung dan pantat janin. Kemudian, letakkan kedua tangan pada kedua sisi perut tempat punggung dan pantat janin berada. Selanjutnya, gerakan tangan ke atas dan biarkan perut kembali ke posisi semula setelah mengangkatnya. Peganglah perut dengan erat namun jangan mengguncangnya terlalu keras.

Artikel Yang Berkaitan

1. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
2. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
3. Si Kecil Sering Gumoh.
4. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
5. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
6. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
7. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
8. Jika Perut Anak Kembung.
9. Bila Anak erkena Cacar Air.
10. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
11. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
12. Pendarahan Pada Tali Pusat.
13. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
14. Jerawat Pada Bayi.
15. Jika Anak Mengalami Kejang.
16. Demam Pada Anak.
17. Terapi Untuk Anak Autis.
18. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
19. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
20. Radang Telinga Pada Anak.

Senin, 17 Januari 2011

Mengetahui Pertumbuhan Dan Perkembangan Indra Pada Janin

Sebagai orang tua, kita seharusnya mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pembentukan indra-indra pada janin. Hal ini sangatlah penting, karena dengan mengetahuinya kita dapat berkomuikasi dengan buah hati kita secara tepat, meski masih di dalam kandungan. Dimana berkomunikasi dengan janin dalam kandungan akan memberikan ikatan hubungan yang lebih dekat dan menjadi sebuah pengalaman yang begitu menyenangkan yang mungkin tidak dapat terlupakan.

Indra Peraba

Indra peraba berkembang sebelum minggu ke 8. Ketika janin bergerak dan telapak tangan atau kakinya tampak pada perut ibu. Sentuhlah dia, berikan perasaan lembut dan kasih sayang kepadanya sehingga ia merasakan kelembutan, rasa cinta, dan kasih sayang dari orang tuanya. Rasa cinta dan kasih sayang yang dirasakan akan memberikan ketenangan pada janin.

Indra Pendengaran

Indra pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indra pendengaran ini dibantu oleh air ketuban yang menjadi penghantar suara yang baik. Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung, dan suara udara dalam usus.

Pada minggu ke 25, janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya seperti ibu dan ayahnya. Berkomunikasilah dengannya meskipun hanya satu arah. Anda bisa bernyanyi, membacakan cerita, atau berbicara dengan janin untuk lebih mendekatkan diri dan lbih mengenal suara orang tuanya. Jika orang tuanya sedang marah, hal itu akan memberikan reaksi marah pula pada janin. Sebaliknya alunan musik yang lembut dapat menentramkan janin.

Indra Perasa

Indra perasa janin akan tebentuk pada minggu ke-13 sampai 15. Pada usia ini janin dapat merasakan substansi yang pahit dan manis. Jika cairan ketuban yang dia rasakan manis dia akan meminumnya dan menelannya. Namun, jika air ketuban yang dia rasakan pahit, janin akan meronta dan mengeluarkannya, serta akan berhenti mengkonsumsinya.

Indra Pencium

Indra penciuman akan terbentuk pada usia kehamilan ke-11 sampai 15 minggu. Ketika indra penciuman ini terbentuk, janin dapat mencium bau yang mirip ibunya dari bau air ketuban. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan ketika lahir dalam beberapa jam ia akan mengenali ibunya berdasarkan indra penciuman ini.

Indra Penglihatan

Awal kehamilan hingga usia minggu ke-26 mata bayi akan selalu tertutup untuk memproduksi retina. Walaupun begitu, retina janin pada usia kehamilan 16 minggu sudah dapat mendeteksi adanya pancaran sinar. pada usia kehamilan menginjak minggu ke-27, janin mulai membuka matanya dan melihat sekelilingnya untuk yang pertama kalinya. mata janin dapat menangkap cahaya yang masuk ke dalam rahim ibunya, baik itu sinar matahari atau sinar lampu. Selain itu, otak janin akan bereaksi terhadap kerlap-kerlip cahaya.

Janin dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dari dalam tubuh ibunya. Oleh karena itu, sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku, dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga. Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, merasa sedih, dan senang, akan mempengaruhi perkembangan janin. Janinpun memiliki perasaan sehingga kita harus membatasi diri dalam berkata dan bertingkah laku. Manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan menanamkan pengaruh baik. Hal ini akan membantu mendorong pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin.

Artikel Yang Berkaitan

1. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
2. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
3. Si Kecil Sering Gumoh.
4. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
5. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
6. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
7. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
8. Jika Perut Anak Kembung.
9. Bila Anak erkena Cacar Air.
10. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
11. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
12. Pendarahan Pada Tali Pusat.
13. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
14. Jerawat Pada Bayi.
15. Jika Anak Mengalami Kejang.
16. Demam Pada Anak.
17. Terapi Untuk Anak Autis.
18. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
19. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
20. Radang Telinga Pada Anak.

Kamis, 07 Oktober 2010

Mengenal Alat Bantu Rehabilitasi Untuk Anak Dengan Keterbatasan

Sebagai orang tua tentu saja akan merasa senang, melihat perkembangan anak yang dicintainya mengalami kemajuan yang pesat. Agar dapat mencapai perkembangan tersbut sesuai dengan usianya, tentu saja orang tua harus berperan aktif dalam merangsang buah hatinya. Akan tetapi bagi mereka yang mempunyai anak dengan keterbatasan tertentu akan mengalami berbagai kendala dan kesulitan, misalnya bagaimana cara melatih atau merangsang, peralatan yang jarang di pasaran dan sebagainya.

Berikut ini berbagai alat bantu yang dapat digunakan sebagai rehabilitasi, dimana Anda bisa membuatnya sendiri sehingga dapat melatih dan merangsang anak agar mencapai perkembangan yang diinginkan, terutama pada anak dengan keterbatasan tertentu.

1. Wedge/Pasak.

Kegunaan:
* Melatih menguatkan otot leher belakang/tengkuk
* Melatih penggunaan otot lengan untuk menyangga berat badan pada waktu merangkak, merayap dan bangun.

Cara penggunaan: Letakkan anak dengan sikap tengkurap di atas alat lalu gerakan mainan ke atas/bawah, kanan/kiri dan berputar agar anak mengikuti dengan menggerakan kepala.

Bahan-bahan pembuatan:
* Papan kayu sebagai kerangka.
* Busa agar alat lebih empuk diletakan antara papan kayu dan kain.
* Kain/perlak untuk membungkus alat.

Ukuran: Disesuaikan dengan kondisi anak
* Tinggi bagian depan = panjang tangan anak dari bahu sanpai pergelangan tangan.
* Panjang bagian yang miring = panjang tubuh anak dari ketiak sampai pergelangan kaki
* Lebar = 60 cm

Catatan: Alat ini dapat digunakan untuk melatih anak balita sehat, jangan digunakan melatih anak yang sedang mengalami sesak napas pada posisi ini.

2. Kursi CP.

Kegunaan:
* Untuk membantu posisi duduk dan keseimbangan duduk, melatih ketahanan otot-otot penegak kepala dan leher.
* Untuk latihan ke posisi berdiri.
* Sebagai sarana untuk makan dan minum.
* Memberikan medan pandang ke depan lebih luas.

Cara penggunaan: Anak dudukan dengan badan bersabdar agar tidak jatuh ke depan dan ikatkan sabuk pengaman pada tubuh anak melalui kursi.

Bahan-bahan pembuatan: Papan yang agak tebal, untuk menjaga agar mudah dibersihkan bila terkena kencing atau kotoran, sebaknya kursi dicat.

Ukuran kursi: Bisa dibuat dalam berbagai ukuran sesuai denga keadaan pemakai.

3. Stand-in Table (kotak untuk latihan berdiri).

Kegunaan:
* Melatih sikap berdiri , ketahanan berdiri.
* Melatih untuk persiapan berjalan.
* Memberikan medan pandang ke muka lebih luas.
* Memberikan kreasi bermain dengan mainan yang ada di depannya.

Cara penggunaan:
* Anak dimasukan ke dalam kotak, menghadap ke bagian depan.
* Letakan mainan di tempat mainan.

Bahan-bahan pembuatan: Papan kayu yang cukup tebal, usahakan sisi-sisinya dibuat melengkung agar tidak menimbulkan luka bila terjadi benturan.

Ukuran: Disesuaikan dengan kebutuhan anak, tinggi alat diusahakan setinggi antara perut dan dada.

4. Palang sejajar.

Kegunaan:
* Sebagai alat untuk melatih berjalan.
* Melatih berdiri dengan berpegangan.
* Melatih jongkok berdiri berpegangan di samping palang.
* Melatih penguatan tangan dengan mengangkat badan.

Utuk melatih jenis kelainan:
* Kelemahan otot tungkai.
* Kelambatan jalan.

Bahan-bahan pembuatan:
* Pipa besi, bambu/kayu sebagai pegangan samping.
* Balok kayu/pipa besi sebagai penahan pegangan samping.

Ukuran:
* Panjang pegangan samping disesuaikan dengan ruang yang ada.
* Tinggi pegangan sebaiknya bisa diubah- ubah.
* Jarak kedua sisi (jarak antara pengangan yaitu berjarak satu genggam ke samping kanan dan kiri dari pinggul anak.

Catatan: Alat ini dapat digunakan untuk melatih anak balita sehat yang belajar permulaan berjalan dengan keseimbangan yang belum baik.

5. Walker/alat berjalan.

Kegunaan:
* Mempermudah melatih berjalan pada anak.
* Membantu melatih berjalan sebagai persiapan untuk berjalan dengan kruk, tripot atau tongkat sebagai lanjutan dari pemakaian palang sejajar dan geritan.

Cara penggunaan:
* Anak diletakan dalam sikap berdiri di tengah agak ke belakang, agar gerakan kaki lebih leluasa waktu melangkah.
* Kedua tangan masing-masing disuruh memegang pada bagian pegangan.
* Agar anak tidak jenuh latihan pada bagian depan diikatkan sebuah mainan.

Bahan-bahan pembuatan:
* Kerangka terbuat dari pipa besi atau kayu.
* Pada bagian kaki diberi roda agar bisa digerakan ke segala arah, roda pada bagian belakang diberi sepasang sedangkan bagian depan maju mundur saja.

Ukuran: Disesuaikan dengan anak usia berjalan.

Catatan: Alat ini dapat digunakan untuk melatih anak balita sehat.

6. Tripot/alat penyangga berkaki tiga.

Kegunaan:
* Untuk melatih berjalan sebagai peningkatan dari walker, palang sejajar atau kruk
* Sebagai alat bantu bergerak sementara atau permanen.
* Sebagai pegangan pada waktu latihan senriri.

Cara pengunaan:
* Alat diletakan di samping pada sisi anggota yang baik.
* bagian penyangga yang miring diletakan di samping luar agar tidak mengganggu gerakan kaki.
* Penggunaanya diangkat bergantian dengan kaki yang baik waktu melangkah.
* Apabila akan dipakai 2 tipot, penggunaanya diangkat secara bergantian

Baha-bahan pembuatan:
* Kayu (reng) atau pipa besi.
* Pada bagian alas diberi karet agar tidak licin.

Ukuran:
* Setinggi pangkal paha pemakai.
* Lebar sudut kedudukan ketiga kaki 50, 50, 80 (drajat).
* Lebar pegangan disesuaikan denan lebar genggaman.

Catatan: Alat ini biasanya tidak dapat bertahan lama dalam berdiri karena gangguan keseimbangan agak berat.

Artikel Yang Berkaitan

1. Merangsang Perkembangan Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun.
2. Merangsang Perkembangan Anak Usia 6 Bulan.
3. Hal-Hal Yang Bisa Dilakukan Bayi Anda Pada Usia 3 Bulan.
4. Mengenal Karakteristik atau Ciri-Ciri Khusus Anak Indigo.
5. agar Si Kecil Kreatif Tanpa Agresif.
6. Memilih Mainan yang Aman.

Minggu, 03 Oktober 2010

Merangsang Perkembangan Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun

Perkembangan anak sangat penting bagi kecerdasannya. Jika perkembangan anak optimal, maka kecerdasannyapun juga optimal. Namun jika perkembangan anak terganggu, demikian juga kecerdasannya.

Agar perkembangan anak Anda optimal, maka alangkah baiknya jika Anda berusaha mulai saat ini, mengoptimalkan perkembangan anak Anda. Perkembangan Anak akan sangat dipengaruhi rangsangan atau stimulasi yang kita berikan, berupa aktivitas yang dilakukan bersama. Berikut ini aktivitas-aktivitas yang dapat Anda lakukan bersama anak Anda dalam rangka mendukung perkembangannya.

Anak Usia 1 Tahun

Pada usia 1 tahun anak Anda seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal sebgai berikut:

1. Merangkak dan duduk untuk bermain.

Anak pada posisi tengkurap dan berikan sebuah mainan di luar jangkauannya. Anak seharusnya merangkak untuk menjangkau mainan dan duduk tanpa bantuan, kemudian bermain dengan mainan tadi.

Ketika anak Anda dapat bergerak tanpa bantuan.berikan padanya mainan untuk didorong di lantai, misalnya bola plastik/karet yang aman bagi anak. Terkadang Anda dapat bermain dengan anakmelalui mendorong mainan kembali setelah dia mendorongnya ke arah Anda.

Jika anak Anda tidak dapat bergerak tanpa bantua, gunakan gendongan untuk mengajarinya bagaimana merangkak. Bantu dia dalam posisi merangkak dengan melilitkan kain di sekitar pinggang. Gunakan kain untuk mengangkat anak pada tangan dan lutut. Jika anak Anda tidak menggerakan tangan dan kakinya , ajarkan dia untuk menggerakan lengan dan kakinya ke depan oleh Anda sendiri.

2. Beralih tangan

Beri anak balok satu demi satu. Perhatikan apakah anak dapat memindahkan balok pertama ke tangan yang satunya ketika mengambil balok yang lainnya.

Hampir semua anak suka bermain dengan benda-benda yang berbeda bentuk, ukuran warna, dan tekstur. Disini anak akan belajar untuk meletakkan benda-benda ke dalan kranjang mainan dan mengambilnya keluar. Letakan semua mainan anak yang beraneka ragam disamping anak, dan letakan juga keranjang mainan di depan anak. Bantulah anak untuk mengambil salah satu mainan untuk dimasukan ke dalam keranjang, kemudian beritahukan kepada anak untuk memasukan benda benda yang lain juga. Bantulah anak untuk mengosongkan keranjang dan memulainya lagi.

3. Menirukan gerakan, suara atau kata-kata sederhana.

Ucapkan dengan suara atau dengan kata-kata sederhana beberapa kali (misalnya: ibu-bapak-air), anak seharusnya dapat melakukan hal yang sama. juga perhatikan jika anak melakukan hal ini di lain waktu saat pemeriksaan.

Buatlah agar anak Anda untuk mengulangi gerakan-gerakan yang Anda buat. Sebagai contoh, Anda bertepuk tangan dan mintalah anak untuk bertepuk tangan. Lambaikan "selamat tinggal" pada anak. Mintalah padanya agar melambaikan pada Anda. Jika anak mempunyai kesulitan. Letakan tangan Anda ke lengannya dan bantulah membuat gerakan tersebut.

4. Berdiri dengan bantuan.

Letakkan mainan di atas meja atau kursi yang rendah. Panggil anak untuk mengambil mainan tadi, bantu anak untuk berdiri dengan memegang kedua tangannya untuk mengambil mainannya. Lama kelamaan bantuan cukup dengan memegang satu tangannya saja, lalu tanpa bantuan.


Anak Usia 2 Tahun.

Pada usia 2 tahun anak Anda seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal sebgai berikut:

1. Tahu bagaimana memakai sendok

Beri anak sendok dan suruh di menunjukan bagaimana cara memakainya. Anak harus memperlihatkan kepada Anda bagaimana makan dengan memasukan sendok ke mulutnya.

2. Menggunakan/ merangkai dua kata atau lebih.

Tanyakan kepada anak dengan pertanyaan sederhana, misalnya "kamu ingin makan apa". Anak seharusnya dapat menjawab sedikitnya 2 kata atau lebih.

Ketika anak Anda dapat menggunakan lengannya untuk bermain, anak akan dapat makan sendiri. Pada saat makan, letakan makanan kesuakaan anak di depannya. Duduklah disamping anak dan jelaskan pa anak jenis makanan apa itu, misalnya "ini kue", "ini kue kering" atau yang lainnya. Tempatkan tangan Anda di atas tangan anak. Bantulah dia untuk mengambil makanan ke atas dan membawanya ke mulutnya. Ulangilah hal itu, kurangi bantuan setiap kali.

Anak umur 2 tahun biasanya sudah tau namanya sendiri. Tunjukan pada diri anak dan tanyalah. "Siapa namamu?", dan ajri menjawabnya. Lanjutkan bertanya dari waktu ke waktu hingga anak mengucapkan namanya sendri. Gunakan nama anak ketika Anda berbicara dan bermain dengan anak.

3. Berjalan mendekat saat dipanggil namanya.
Panggilah nama anak, anak seharusnya berjalan mendekati Anda.


Anak Usia 3 Tahun

Pada usia 3 tahun anak Anda seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal sebgai berikut:

1. Menyebut 3 hal dengan gambar

Berikan gambar, tunjukan pada satu gambar dan tanyakan 'Apakah ini?". Lakukan hal yang sama dengan menunjuk 2 hal lain yang ada di gambar tersebut.

Anda dapat melakukan banyak hal kegiatan dengan anak Anda untuk membantunya belajar tentang sesuatu di sekitar Anda. Kegiatan Anda akan membantu anak anak memberi nama pada benda dan memahami bagaimana kerja benda tersebut.

Kumpulkan benda-benda di halam rumah. Buatlah agar anak membantu Anda mengumpulkan benda-benda tersebut. Ambilah satu dari benda-benda tadi dan berikan pada anak untuk dipegang, tanyalah "apakah ini?". Jika anak tidak dapat menjawab dengan benar, bantulah dia untuk menjawab dengan benar. Anda dapat lakukan dengan bertanya terus-menerus tentang benda-benda yang dikumpulkan.

2. Berjalan dan berlari dengan baik.

Letakkan kotak di lantai yang melewati ruangan, mintalah anak berlari melewati ruangan untuk mengambil kotak, dan membawanya kembali kepada Anda.

Anak yang dapat berlari dan melompat suka mencoba banyak gerakan-gerakan. Bermainlah dengan anak untuk membantu dia menikmati gerakan-gerakan yang berbeda-beda. Anak Anda mungkin juga dapat berjalan berjinjit, mintalah padanya untuk berdiri pada jari kaki dan kemudian berjalan.

3. Memasukan dan mengeluarkan benda kecil atau dapan menyusun puzzle sendiri

Tunjukan tindakan tersebut dan anak melihat. Anak seharusnya dapat memasukan kancing atau kerikil di botol atau menyusun pazel sendiri kemudian mengeluarkannya kembali.

Kumpulkan 6 kotak kardus dengan ukuran yang berbeda-beda, tetapi bentuknya sama dan sebangun. Duduklah disamping anak Tunjukan bagaimana meletakan kotak-kotak yang ukuranya lebih kecil ke dalam kotak yang ukuranya lebih besar. Lepaskan kembali dan mintalah anak untuk melakukan hal tersebut. Berikan bantuan pada anak bila perlu.


Artikel Yang Berkaitan

1. Merangsang Perkembangan Anak Usia 6 Bulan.
2. Hal-Hal Yang Bisa Dilakukan Bayi Anda Pada Usia 3 Bulan.
3. Pengaruh Obesitas Pada Tingkat Kecerdasan Anak.
4. Mengenal Karakteristik atau Ciri-Ciri Khusus Anak Indigo.
5. Mengatasi Anak Yang Susah Makan.
6. Agar Si Kecil Kreatif Tanpa Agresif.

Kamis, 30 September 2010

Merangsang Perkembangan Anak Usia 6 Bulan

Sebenarnya perkembangan bayi akan sangat dipengaruhi rangsangan atau stimulasi yang kita berikan. Stimulasi itu dapat berupa aktivitas yang dilakukan bersama Anda dan itu dapat berbeda untuk setiap bulannya. Berikut ini aktivitas-aktivitas yang dapat Anda lakukan bersama bayi Anda dalam rangka mendukung perkembangannya. Pada usia 6 bulan anak seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal berikut:


1. Berguling.

Gerakan mainan diatas kepala sejajar dengan matanya dan tempatkan diluar jangkauannya. Anak akan mengikuti mainan dan mencoba untuk meraih dan berguling untuk mendapatkannya.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Baringkan anak terlentang dan pegang mainan di depan wajah anak sehingga dia dapat melihatnya. Letakan mainan tadi disamping di luar jangkauan anak. Rangsanglah anak berguling untuk meraih mainan. Lakukan untuk berguling ke kiri dan ke kanan.

Bila anak mengalami kesulitan . bengkokan satu lutut ke atas depan dada dan perlahan-lahan tarik kaki dan pahanya ke samping sehingga tubuh anak mengikutinya. Lakukan pada sesi yang lain.


2. Menyangga tubuh pada lengan , menjangkau mainan.

Tempatkan mainan di depan anak dalam jangkauannya. Anak akan mengangkat lengannya. Jika tidak, naikkan anak dengan mendukung bahunya sehingga mengistirahatkan lengannya. Anak akan dapat menangkap mainan dan bermain dengan mainannya. Anak sering memasukan mainannya ke mulut, jadi periksalah mainan dari segi keamanan untuk anak seusianya.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Pada saat anak tengkurap, gerakan sebuah mainan berisik di depannya. Biarkan anak menyentuh mainan tersebut. Kemudian gerakan mainan menjauh, mintalah anak untuk datang dan mengambil mainan itu.


3. Bermain pada posisi duduk dengan bantuan.

Bantulah anak ke pangkuan. Pegang mainan atau giring-giring dimana anak dapat menjangkaunya, anak akan menjangkaunya dan bermain dengan mainan tersebut.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Duduklah dengan kaki selonjor, tempatkan anak pada posisi duduk, diantara kaki Anda. Topanglah anak di depan/bersandar pada tubuh Anda. Tempatkan mainan langsung di depan anak. Buatlah agar anak bermain, pada akhirnya kurangi bantuan Anda sehingga dia dapat duduk tanpa bantuan antara kaki Anda lalu bermain tanpa bantuan dan sandaran.

Cara lain untuk membantu anak duduk. Anda dapat menggunakan bantal atau sebuah kotak untuk menopang anak.


4. Senang diayun-ayunkan ke atas.

Pegang anak di bawah lengan dan mengayunkan keatas da kebawah perlahan-lahan. Anak akan senang dan tersenyum-tertawa.

Aktivitas rangsangan yang dapat Anda lakukan bersama bayi.

Tataplah mata anak atau angkat anak di depan Anda, atau mnggerakan lengannya ke muka Anda. Bawalah tangan anak dan sentuhlah ke muka dan mulut Anda supaya anak bisa melakukannya.

Artikel Yang Berkaitan

1. Merangsang Perkembangan Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun.
2. Hal-Hal Yang Bisa Dilakukan Bayi Anda Pada Usia 3 Bulan.
3. Mengatasi Anak Yang Susah Makan.
4. Agar Si Kecil Kreatif Tanpa Agresif.
5. Mengenal Karakteristik atau Ciri-Ciri Khusus Anak Indigo.
6. Pengaruh Obesitas Pada Tingkat Kecerdasan Anak.

Hal-hal Yang Bisa Dilakukan Bayi Anda Pada Usia 3 Bulan

Sebagai orang tua tentu saja akan senang apabila melihat perkembangan buah hati kita sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dimana bayi Anda akan semakin aktif, sehingga akan membuat Anda semakin repot tentunya. Satu hal yang pasti yang sangat dibutuhkan oleh bayi adalhah rangsangan atau stimulasi. Perkembangan bayi akan sangat dipengaruhi oleh stimulasi yang kita berikan. Stimulasi itu dapat berupa aktivitas yang dilakukan bersama Anda dan itu dapat berbeda setiap bulannya.

Berikut ini aktivitas-aktivitas yang dapat anda lakukan bersama bayi Anda (di usia 3 bulan) dalam rangka mendukung perkembangan bayi sehat. Pada usia 3 bulan anak Anda seharusnya sudah bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Mengangkat kepala

Letakan anak dalam posisi tebgkurap. Anak harus sudah dapat mengangkat kepala dan menahan lengannya dengan siku di tekuk.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama bayi Anda.

* Berbaringlah terlentang dengan kepala di atas bantal/guling, tengkurapkan anak diatas perut Anda. Bicararalah kepadanya hingga dia melihat Anda dan mengangkat kepalanya.

* Tengkurapkanlah anak Anda. Bicararalah kepadanya atau peganglah mainan yang berwarna cerah di depannya. Rangsanglah supaya ia melihatanda atau mainan. Lalu biarkan dia bertumpu pada lengannya untuk menyentuh mainan tersebut.

* Goyangkan giring-giring atau bertepuk tanganlah di depannya untuk menarik perhatiannya. Jika anak Anda tidak mengangkat kepalanya, letakan bantal/guling di bawah dadanya. Kemudian bicaralah kepadanya atau buatlah bunyi-bunyian.

* Anda juga bisa meletakan tangan Anda di bawah dagunya dan membantu mengangkat kepalanya. Teruslah bicara kepadanya dan rangsanglah agar dia mengangkat kepalanya.

2. Tersenyum.

Lihat wajah bayi di matanya. Tirukan suara sederhana seperti "ba, ba, ba","ma,ma,ma". Anak akan tersenyum membalas.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama bayi Anda.

Tahanlah anak pada pangkuan Anda dan lantunkan lagu-lagu pada anak. Goyang-goyangkanlah anak seirama lagu. Anak Anda mungkin membuat suara yang sama seperti, ba-ba, ma-ma. Ketika anak Anda membuat suara-suara ini Anda dapat juga membuat suara yang sama. Kemudian anak Anda akan tahu bahwa Anda menyukai suaranya dan dia akan mengulanginya. Anda dapat juga membuat anak Anda tertawa dengan membuat bunyi-bunyian dan gerak-gerakan dengan muka dan tangan.

3. Menggerakan kedua kaki dan lengan.

Lihat anak dan periksa jika dia dapat menggerakan kedua lengannya dan kedua kakinya dengan bebas.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama bayi Anda.

Terlentangkan anak Anda, peganglah mainan di luar jangkauan anak dan biarkan dia meraih mengambilnya dari Anda. Anak mungkin dapat meletakan kedua tangannya pada mainan tersebut. Jika dia tidak dapat melakukannya, bantulah dia untuk meletakkan kedua tangannya pada mainan tersebut. Pakailah mainan yang berwarna-warni dan aman untuk anak sesusianya.

4. Menghisap.

masukan salah satu jari Anda yang bersih pada bibir bayi. Anak Anda berusaha menghisap jari Anda dan hisapan tersebut harus kuat.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan bersama bayi Anda.

Jika anak Anda kesulitan dalam minum ASI atau dari botol,usapkan jari Anda sekitar bibir anak dengan menggunakan gerakan melingkar, sebelum menyusui. Usahakan menyentuh pipi anak sebelum dan selama menyusui. Perlahan-lahan gerakan puting susu atau jari Anda ketas dan kebawah, sisi ke sisi untuk merangsang gerakan menghisap. Perlahan-lahan tarik puting susu atau jari Anda menjauh sesaat sementara anak menghisap, hal ini akan membantu anak tidak mendongak (ke belakang) tetapi agak ke depan, dengan disangga lengan Anda atau bantal.

Artikel Yang Berkaitan

1. Merangsang Perkembangan Anak Usia 1 Sampai 3 Tahun.
2. Merangsan Perkembangan Anak Usia 6 Bulan.
3. Mengatasi Anak Yang Susah Makan.
4. Agar Si Kecil Kreatif Tanpa Agresif.
5. Memilih Mainan Anak Yang Aman.
6. Mainan Buatan Sendiri.

Jumat, 24 September 2010

Pengaruh Obesitas Pada Tingkat Kecerdasan Anak

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. Gangguan pernapasan atau asma berisiko lebih besar dialami anak yang mengalami obesitas. Anak-anak yang masih lugu tentu tidak memahami bahaya ini. Maka, merupakan tanggung jawab orang-tua menjaga agar anak mereka tetap sehat. Orang-tua harus mengetahui apa penyebab obesitas dan bagaimana cara mencegah atau mengatasi masalah obesitas anak.

Selain itu, anak-anak dengan kelebihan berat badan atau kegemukan juga dapat mengalami kesulitan bergerak dan terganggu pertumbuhannya karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Belum lagi efek psikologis yang dialami anak, misalnya ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah bersekolah.

Pada anak dengan Obesitas, konsekwensi yang paling luas adalah psikososial. Anak laki-laki maupun perempuan dengan obesitas merasa dirinya berbeda dari orang pada umumnya karena kelebihan berat badannya dan merasa tidak puas dengan dirinya. Remaja dengan obesitas sering mengalami depresi dan tidak percaya diri sedangkan pada anak usia prasekolah lebih sering mengalami distress emosional dan gejala psikiatrik.

Kematangan sosial merupakan suatu evolusi perkembangan prilaku, sehingga nantinya seorang anak dapat mengekspresikan pengalamannya secara utuh dan dia belajar secara bertahap untuk meningkatkan kemampuannya untuk mandiri, bekerjasama dengan orang lain dan bertanggungjawab terhadap kelompoknya. Oleh karena itu kematangan sosial erat kaitanya dengan keberhasilan dan kebahagian pada masa anak dan masa kehidupan selanjutnya.

Selain itu anak dengan obesitas atau kegemukan bisa menurunkan tingkat kecerdasannya, karena aktivitas dan kreativitas anak menjadi menurun, dan kemudian dengan kelebihan berat badan cenderung akan malas.

Penyebab Obesitas

1. Faktor genetik: merupakan faktor keturunan dari orang-tua, dimana bila ayah atau ibu memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak.

Adanya perdebatan obesitas akibat faktor genetik, berdasarkan hasil penelitian Badan Internasional Obeysitas Task Force (ITF) dari badan WHO yang mengurusi anak yang kegemukan, 99 persen anak obesitas karena faktor lingkungan, sedangkan yang dianggap genetik biasanya bukan genetik tetapi akibat faktor lingkungan.

Faktor lingkungan ini, dipengaruhi oleh aktivitas dan pola makan orang tua anak, misal pola makan bapak dan ibunya tidak teratur menurun pada anak, karena dilingkungan itu tidak menyediakan makanan yang tinggi energi, bahkan aktivitas dalam keluarga juga tidak mendukung.

2. Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan: maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab. Anak-anak sebagian besar menyukai makanan cepat saji atau fast food bahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti ini umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Orang-tua yang sibuk sering menggunakan makanan cepat saji yang praktis dihidangkan untuk diberikan pada anak mereka, walaupun kandungan gizinya buruk untuk anak. Makanan cepat saji meski rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Itu sebabnya makanan cepat saji sering disebut dengan istilah junk food atau makanan sampah. Selain itu, kesukaan anak-anak pada makanan ringan dalam kemasan atau makanan manis menjadi hal yang patut diperhatikan.

3. Minuman ringan: sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.

4. Kurangnya aktivitas fisik: masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer, Internet, atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.

Anak yang mengalami obesitas sebenarnya bisa dideteksi secara dini, bahkan ketika orang tuanya sedang hamil bisa diketahui melalui berat badan normal rata-rata antara 7-14 kilogram, tetapi jika melebihi angka 14 kilogram bisa dianggap sebagai obesitas.

Penanganan Obesitas.

Menurut perhimpunan Studi Obesitas Indonesia atau Indonesian Society for the Study of Obesity, penanganan kegemukan dilaksanakan berpedoman pada lima prinsip yaitu:

1. Motivasi: motivasi sangat diperlukan dalam upaya memulihkan percaya diri pada anak serta dalam upaya penurunan berat badan hingga berat badan anak menjadi idel.

2. Pengaturan diet: Pembatasan diet pada usia dini akan mempermudah penurunan berat badan. Carilah makanan yang rendah kalori. Mulailah hari kita hanya dengan mengonsumsi setengah dari porsi makan Anda sehari-hari. Semua porsi yang kita makan dikurangi separoh. Itu saja. Jangan lupa pula membatasi makanan manis, asin, dan lemak. Tetapi harus diingat, jangan sampai kebablasan mengatasi kegemukan. Anjuran WHO, jumlah penurunan massa tubuh yang baik dan aman adalah sekitar setengah hingga 1 kg per minggu.

3. Pola hidup sehat: selain pengaturan diet, berolahraga secara rutin dengan baik dan benar serta banyak melakukak aktifitas akan sangat banyak membantu.

4. Terapi kedokteran: dengan terapi anak obesitas akan diberikan penanganan yang baik dan benar. Baik berupa obat-obatan, konsultasi psikologi dan kesehatan maupun terapi khusus yang lainnya.

5. Pembedahan: Pembedahan berupa pengambilan lemak perut (omentum) dilakukan jika seseorang telah memiliki BMI sama atau lebih dari 40. Selain itu bisa juga dilakukan pada BMI kurang dari 35 jikalau telah memiliki penyakit yang bisa mengancam jiwa akibat berat tubuh berlebihan.

Mengenal Karakteristik atau Ciri-Ciri Khusus Anak Indogo

Dalam beberapa tahun terakhir banyak media massa yang mengulas tentang anak-anak yang memiliki indera keenam atau disebut juga memiliki "mata ketiga". Dalam bahasa populernya disebut indigo child atau sixth sense, yang dalam bahasa indonesia kita kenal denagn nama anak indigo atau anak nila. Anak-anak tersebut punya ciri-ciri khusus atau karakteristik yang agak berbeda dengan anak-anak kebanyakan.

Anak ini memiliki sifat yang unik untuk membedakan generasinya dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo sendiri diambil dari warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet (biru gelap). Ini menunjukkan warna aura dalam warna kehidupan mereka. Dalam literatur Yoga dikenal tubuh bioplasmik seseorang punya pintu-pintu energi yang berjumlah sekitar 360 dan terdiri dari pintu-pintu besar, sedang, dan kecil. Tetapi yang sangat berperan menghasilkan warna aura adalah pintu-pintu besar, dan dikenal dengan sebutan cakra-cakra utama yang berjumlah tujuh dan punya nama dan warna tertentu, serta memberi intensitas energi sendiri-sendiri pada tiap wilayah kesehatan organ dari tubuh fisik itu sendiri yang dijabarkan sebagai berikut.

1. Cakra dasar warna energi merah bertanggung jawab untuk kesehatan tulang dan otot di tubuh fisik dan memberi energi pada semangat hidup seseorang.

2. Cakra kedua warna energi oranye bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada kemampuan berinteraksi dengan sesama.

3. Cakra ketiga warna energi kuning bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada ambisi seseorang baik positif maupun negatif.

4. Cakra keempat warna energi hijau bertanggung jawab pada semua organ yang berada dalam rongga dada dan memberi energi pada timbang rasa perasaan seseorang.

5. Cakra kelima warna energi biru bertanggung jawab pada organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi, juga berkreativitas halus seperti melukis, dan menulis.

6. Cakra keenam warna energi indigo disebut juga nilai yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat.

7. Cakra ketujuh warna energi violet bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.

Indigo sendiri juga terkait dengan indra keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam yang melebihi kemampuan orang kebanyakan. Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius yang memiliki kelebihan dan bakat yang luar atau secara akademik mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam. Anak indigo juga mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.

Istilah "anak indigo" pertama kali dikemukakan oleh Nancy Anne Tapp, seorang cenayang pada sekitar tahun 1970-an. Nancy Anne mengaku memiliki kemampuan untuk melihat aura seseorang dan ketika itu ia melihat anak-anak dengan aura indigo yang belum pernah ada sebelumnya. Singkatnya anak-anak indigo memiliki karakteristik yang sama. Mereka mempunyai empati yang tinggi dan umumnya memiliki perilaku yang tidak lazim untuk anak seusianya.

Umumnya indigo sudah tampak sejak lahir, bahkan kenyataan sebagaimana umumnya juga merupakan karunia yang turun-temurun. Jadi, secara alami mereka memang punya karunia itu dan ketajaman intuisinya berlainan satu dengan yang lain. Ada yang sangat peka sampai bisa mempunyai penglihatan menembus ruang dan waktu, misalnya sambil mengadakan hubungan telepon dia bisa menebak lawan bicaranya pakai baju warna apa atau sambil ngemil apa, juga mempunyai penglihatan akan kejadian-kejadian yang lalu atau yang akan datang dan keahlian seperti ini dimiliki orang yang dijuluki paranormal.

Tetapi, ada juga yang hanya bisa merasakan kenyamanan suatu tempat atau lebih bisa membaca "pikiran orang", ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal.

Berikut ini merupakan ciri khas anak indigo:

1. Anak indigo biasanya memiliki keinginan yang kuat, berdedikasi dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orang tua

2. Bijaksana dan mempunyai tahap kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya.

3. Secara emosi, mereka boleh dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau bahkan stress.

4. Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah.

5. Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD ataupun ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus.

6. Anak indigo sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang-orang kebanyakan.

7. Anak indigo belajar secara visual dan kinestetik, mereka boleh mengingat apa yang terekam dalam otaknya dan menciptakannya dengan tangannya sendiri.

8. Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Walaupun hal ini bukanlah sifat sebenarnya.

9. Anak indigo mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk perawatannya.

Yang perlu diperhatikan pada anak indigo adalah bahawa mereka memiliki kesulitan dalam menahan emosinya. Hal ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul kerana mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional ataupun kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki harga diri yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (pekerjaan sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orang tuanya.

Anak indigo memiliki getaran tenaga yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Getaran tertinggi ini mencipta perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang paling bahaya di kalangan pemikiran logis dan proses berpikir secara rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih. Ada pula anak yang menunjukkan dengan perilaku marah, kesedihan atau ketakutan yang mendalam bahkan kecemasan yang berlebih.

Keadaan pada saat anak indigo sedang tidak stabil sangatlah membutuhkan orang tuanya atau terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar mengenai tenaga dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting iaitu dengan mengajar anak indigo dan orang tuanya terhadap teknik dalam menyeimbangkan tenaga dan cara untuk mengurangkan tahap stress pada anak, sehingga anak tidak terpengaruh pada tenaga yang negatif.

Selasa, 21 September 2010

Mengatasi Anak Yang Susah Makan

Sulit makan pada anak merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh para ibu. Hal ini normal apabila tidak disertai dengan gejala penyakit lain yang lebih berat. Perlu dicari permasalahannya kenapa anak menjadi sulit makan. Sebenarnya, apa yang menyebabkan seorang anak susah untuk makan?

Secara umum, factor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.

Berikut ini, ada beberapa tips untuk mengatasi anak yang sulit untuk makan:

1. Apabila anak menderita sakit.

Konsultasikan ke dokter mengenai penyakitnya, sementara itu sediakan saja makanan yang ringan seperti biskuit. Biasanya nafsu makan anak akan membaik setelah penyakitnya sembuh.

2. Perhatikan mood (suasana hati) anak.

Kehilangan nafsu makan sering ketika anak punya masalah. Bantulah anak Anda dengan sabar dalam menyelesaikannya.

3. Perhatikan jam makan anak.

Pada saat jam makan hampir tiba, anak jangan diberi makan kecil (cemilan) dan minum yang manis karena akan kenyang duluan.

4. Berika variasi menu.

Variasi menu seperti bentuk penyajian makan yang menarik sehingga anak tidak merasa bosan dengan makanan yang ada dan tertarik dengan makanan tersebut.

5. Jangan memaksa anak untuk makan.

Dengan memaksakan anak untuk makan, anak akan merasa tidak tenang dan tertekan sehingga dapat mengubah mood anak untuk tidak menyukai atau tertarik dengan makanan yang disajikan.

6. Libatkanlah anak anda dalam menyiapkan makanan.

Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak anda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila anda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan anda sebagai orang tua.

7. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah.

Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Anda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak anda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat anda ganti sebagai makanan penutup.

8. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.

Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila ananda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.

9. Pengobatan.

Sampai saat ini belum ada obat khusus yang digunakan untuk merangsang nafsu makan. Para dokter biasanya hanya memberikan multivitamin yang hanya membantu proses metabolisme tubuh dan mencukupi kebutuhan gizi akibat konsumsi makanan yang kuran. Dengan hal itu, kondisi kesehatan anak akan lebih baik. Diharapkan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik akan dapat meningkatka nafsu makan pada anak.

Sabtu, 18 September 2010

Agar Si Kecil Kreatif Tanpa Agresif

Si kecil sekarang telah berusia sekitar 4 tahun dan dia adalah tergolong anak yang aktif. Saat ini si kecil sangat suka sekali dengan kegiatan yang diajarkan oleh orang tuanya yaitu menggambar dan menulis. Karena begitu aktifnya semua buku gambar yang telah dibelikan orang tuanya penuh semua dengan gambar-gambar yang sulit sekali dimengerti maksud dan bentuknya. Entah apa yang dipikirkan oleh orang tuanya, sehingga lupa untuk membelikan buku gambar lagi. Akibatnya dinding seisi rumah penuh dengan coretan. Belum lagi jika si kecil mulai asyik untuk bermain. Mainan yang baru kemarin dibelikan orang tuanya sudah rusak dibongkarnya. Bahkan jam weker sang ayah pun remuk diotak-atik olehnya. Ibunya menjadi sangat jengkel dan memarahi si kecil. Nah bagaimana pendapat Anda mengenai ulah si kecil ini?

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak aktif antara lain:

Jangan asal melarang

Seringkali cara pandang terhadap suatu masalah antara orang tua dan anak berbeda. Sesuatu yang menurut anak-anak baik utuk dikerjakan, bisa jadi sebaliknya di mata orang dewasa. Selamilah pikiran anak, pahami maksud dari apa yang dikerjakannya dan jangan asal melarang. Bila terpaksa melarang usahakan untuk tidak melarang secara tegas. Beri pengertian dengan kalimat yang mendidik dan dapat dipahami oleh anak.

Arahkan si kecil membangun kreatifitasnya

Yaitu dengan cara memilih sarana bermain yang sesuai, mengenalkan dengan lingkungan sosial dan beri kesempatan untuk berinteraksi dengan alam, libatkan dalam aktifitas Anda dan ciptakan komunikasi yang sehat.

Anda dapat mengajak si kecil memasak, membetulkan sepeda, menyulam, atau membuat sesuatu yang berguna disertai komunikasi yang sehat sehingga akan menciptakan kedekatan orang tua dengan anak.

Simpan barang atau alat sehingga tidak mudah dijangkau anak

Kita hendaknya menyimpan barang-barang atau alat yang bukan untuk mainan anak dan mungkin akan berbahaya di tempat yang aman yang tidak mudah dijangkau oleh anak.

Memenuhi kebutuhan akan kegemaran anak secara khusus

Orang tua hendaknya memperhatikan dan memenuhi kebutuhan alat-alat kegemaran anak secara khusus. Bila anak timbul hasrat ingin menulis, menggambar dan bermain maka ia akan mengekspresikan dengan benda-benda yang ditemuinya. Orang tua harus menyediakan alat-alat tulis maupun gambar dan mainan dalam tempat yang khusus seperti tas atau kotak mainan.

Pengawasan, perhatian dan mengontrol kegiatan anak

Kurangnya pengawasan dan perhatian terhadap anak bila anak itu akan, sedang, atau setelah melakukan kegiatan bermainnya. Ini bisa berakibat buruk, apalagi bila anak kehabisan alat, bisa jadi ia akan mengekspresikan ke alat-alat dan tempat lain di sekitarnya. Usahakan untuk senantiasa mengontrol kegiatan anak walau sebentar, walau kita sedang sesibuk apapun.

Usahakan mendampingi anak pada waktu bermain maupun belajar

Minimnya bimbingan dan nasehat yang baik tentang kegiatan anak akan membuat prilaku anak berdasarkan ekspresi polosnya saja. Orang tua perlu sesekali turun ikut bermain bersama anak sambil mengarahkan dengan cara yang baik sehingga anak mudah menyerap dan menjadikan contoh yang baik pula. Bila ia masih asyik bermain hingga melewati batas waktu, sebagai orang tua hendaknya harus sdikit bersabar dan mungkin dengan mengalihkannya dengan kegiatan yang lain (mandi, makan, tidur, salat bersama atau kegiatan positif lainnya) untuk menambah wawasan bagi anak tersebut.

Mainan Buatan Sendiri

Zaman sekarang mencari mainan memang mudah. Bentuknya pun beragam dan didesain agar menarik perhatian sang anak. Tapi mainan yang dibeli sudah dalam bentuk jadi sering kali tidak melatih imajinasi dan kreatifitas anak secara optimal. Jika demikian, mengapa orang tua tidak mengajak anak untuk membuat mainannya sendiri?

Coba anda ingat-ingat kembali kemasa kecil, pernahkah anda membuat mainan sendiri? Pernahkah anda membuatnya dari bahan tumbuh-tumbuhan yang ramah lingkungan? Saya akan coba kembali menumbuhkan ingatan anda dalam membuat mainan anak-anak dari bahan kulit Jeruk Bali atau kulit Semangka. Karena zaman dulu anak laki-laki sering membuat mobil-mobilan dari kulit Jeruk Bali atau kulit Semangka. Mengapa sang ayah tidak mengajari anak laki-lakinya untuk membuat mainan seperti itu lagi? Disamping manfaatnya yang lain, kulit Jeruk Bali dapat dibuat juga sebuah mainan anak-anak yang ramah lingkungan, disamping itu dapat menumbuhkan sifat bijak terhadap anak dalam mempergunakan barang-barang yang disediakan oleh Bumi ini.

Aneka bentuk layang-layang juga bisa Anda coba. Buku-buku petunjuk untuk membuatnya pun kini sudah tersedia di toko-toko. Beri hiasan dengan warna-warna yang menarik. Ketika layang-layang diterbangkan, hati anak pun akan menjadi bangga melihat hasil karyanya membumbung tinggi. Orang tua harus menyertai anak-anak dalam menciptakan karya seni ini.

Anak perempuan bisa diberi ketrampilan membuat hiasan dinding dari benang atau kain perca. Kertas-kertas yang kelihatan tak berguna pun bisa berubah menjadi rak buku, pot, bungga, atau tempat surat.

Pajanglah hasil karya tersebut di dalam rumah sehingga anak-anak senantiasa teringat betapa indah kenangan saat mereka membuatnya disertai kehadiran orang tua tercinta. Jika anak-anak sudah membuat hasta karya yang baru lagi, karya yang dipajang baru diturunkan, diganti dengan yang baru.

Jumat, 17 September 2010

Memilih Mainan Anak Yang Aman

Dunia Anak adalah dunianya bermain. Dimana anak-anak selalu identik dengan mainan, tapi tidak semua mainan anak aman untuk digunakan. Tak sedikit dari mainan anak-anak ini mengandung zat-zat berbahaya atau bisa menimbulkan cedera.

Baru-baru ini banyak penelitian yang menunjukkan bahaya dari mainan tersebut dan membuat orangtua menjadi khawatir. Barang yang seharusnya bisa membantu stimulasi serta menyenangkan bagi anak, tapi memberikan efek negatif baik bagi kesehatan atau lingkungan sekitar.

Berikut, panduan The Lucile Pakard Children's Hospital di Palo Alto, California untuk membantu orang tua dalam memilih mainan anak yang aman agar terhindar dari hal-hal tersebut diatas.

1. Memeriksa nomor produk.

Beberapa mainan mencantumkan nomor produk yang berisi kapan mainan tersebut dibuat serta nama pabrik yang memproduksi. Nomor produk ini juga berguna untuk mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan standar atau belum.

2. Sesuaikan mainan dengan usia anak.

Periksa kemasan untuk mencermati range usia yang tepat untuk mainan dan pastikan sesuai dengan umur anak anda. Jauhkan mainan untuk anak yang lebih tua dari anak-anak yang lebih muda.

3. Perhatikan ukuran mainan tersebut.

Gunakan tester bagian-bagian kecil pada mainan untuk anak di bawah tiga tahun. Untuk mainan dengan ukuran kecil yang berdiameter kurang dari 5 cm, jangan diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 3 tahun karena mainan itu dapat dimasukkan mulut dan tertelan karena itu periksalah setiap bagian dari mainan tersebut. Periksa juga setiap kerusakan yang dapat menyebabkan anak cedera.

4. Pilih lokasi atau tempat yang aman untuk bermain.

Izinkan anak bermain dengan mainannya hanya di tempat yang aman, misalnya jauh dari tangga.

5. Pengawasan dari orang tua.

Orang tua hendaknya ikut bermain dengan anak untuk mengawasi dan membantu menjaga keselamatan anak.

6. Pilihlah mainan yang dapat memberikan stimulasi.

Sebaiknya mainan yang dibelikan untuk anak dapat menstimulasi beberapa rangsangan seperti otak, tangan atau lainnya. Mainan seperti lego baik untuk anak di atas usia 3 tahun serta berikan mainan yang memiliki warna-warna cerah. Selain lego bisa juga memberikan alat musik kecil seperti drum mini atau piano yang bisa memberikan suara-suara menarik bagi anak.

7. Perhatikan kemungkinan bahaya dari mainan tersebut.

Untuk itu sebaiknya orangtua memperhatikan bahan dan kandungan terutama cat yang digunakan untuk melapisi mainan, serta sesuaikan dengan perkembangan anak itu sendiri. Misalnya mainan A untuk usia 3 tahun ke atas, tapi jika si kecil perkembangannya belum memadai sebaiknya tidak dibelikan karena bisa menimbulkan bahaya. Pastikan bahan dari mainan tersebut tidak mudah patah.

Pilih juga jenis mainan yang memiliki bentuk tidak berbahaya (misal berbentuk runcing). Hal ini untuk menghindarkan anak dari kecelakaan yang mungkin terjadi akibat tertusuk oleh mainannya sendiri. Mainan yang ditembakkan (misalkan dari pistol-pistolan atau robot) juga berbahaya karena dapat mengenai mata teman bermainnya ketika sedang bermain perang-perangan

8. Tentukan materi yang aman.

Tentukan material mainan yang aman untuk anak ,jangan memberi mainan berbahan logam kepada anak yang masih dibawah 3 tahun

9. Biasakan mencuci tangan.

Tunjukkan dan beri contoh pada anak bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Ingatkan pada mereka untuk membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah anak-anak beraktifitas/bermain karena kebiasaan mencuci tangan terbukti dapat menangkal kuman atau zat berbahaya masuk kedalam tubuh.


Minggu, 29 Agustus 2010

Bila Anak Sulit Tidur

Tidur yang terganggu akan menyebabkan penurunan fungsi otak, meskipun bagian otak yang lain dapat menggantikannya. Anak yang tidak dapat tidur malam dengan baik akan menjadi gampang marah dan depresi, sulit mengerjakan sesuatu, serta sulit berkonsentrasi di sekolah. Anak akan kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, dan akhirnya jatuh sakit.

Bayi dan anak yang tidak dapat tidur dengan baik juga cendrung selalu ingin terjaga dan sulit untuk memulai tidur. Sulit tidur yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan emosional dan anak menjadi kurang bergairah

Jika buah hati anda sering terbangun di tengah malam, atau tidak dapat tidur dengan tenang di malam hari, berarti tidurnya kurang nyaman. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya, di antaranya:

* Sakit.

Sakit dapat mengganggu tidur si kecil. Jika anak menunjukan gejala sedang terserang sakit, seperti menangis, demam tinggi atau keluarnya ingus di hidung. Adanya infeksi saluran kencing juga dapat mengakibatkan anak menjadi sulit untuk tidur. hal ini ditandai dengan bangun beberapa kali untuk buang air kecil. jika hal ini terjadi segera hubungi dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

* Kecemasan.

Kekacauan di lingkungan, ditinggal orang tua, atau hanya masalah sekolah baru adalah beberapa hal yang menyebabkan anak menjadi cemas dan akhirnya mengalami sulit tidur baik di malam maupun siang hari. Jika orang tua dapat memahami dan membantunya menghilangkan penyebab kecemasan, tidurnya akan segera menjadi tenang kembali.

* Mimpi buruk.

Mimpi buruk dapat dapat muncul pada usia dini, tercetus oleh adanya pengalaman buruk atau tercetus begitu saja tanpa adanya penyebabyang jelas. Bangunkanah anak jika mengalami mimpi buruk sehinggajelas baginya bahwa mimpi tersebut tidak nyata. Berilah rasa aman dan ingatkan anak untuk berdoa agar ia tertidur lagi dengan lebih tenang.

* Takut ditinggal sendiri.

Anak terkadang enggan tidur di malam hari hanya karena takut ditinggal sendiri dan adanya kebutuhan untuk ditemani. Selain itu, bukan tidak mungkin anak dapat terbangun di tengah malam tanpa sebab yang jelas. Mungkin juga hanya ingin menarik perhatian anda sepanjang malam.

* Bermain di malam hari.

Banyak anak yang masih suka bermain di kamar tidurnya saat jam tidur malam tiba. Umumnya hal ini membuat anak menjadi enggan tidur sesuai jadwal karena keasikan bermain.

* Banyak tidur siang.

Usahaka agar anak engurangi tidur siangnya dan memperbanyak aktifitas fisiknya di siang hari. Ini akan membuatnya capai, dan lebih mudah tidur nyenyak di malam hari. Namun jangan biarkan anak dalam kondisi kelelahan fisikyang amat sangat sebelum tidur, karena ini akan dapat membuat tidurnya kurang nyaman.


Rabu, 18 Agustus 2010

Baby Walker Berbahaya...?

Alangkah senangnya jika kita sebagai orang tua melihat perkembangan buah hati kita. Setiap bayi mulai bisa melakukan sesuatu yang dulunya ia belum bisa,pasti hati kita akan nampak berbunga-bunga.

Pada usia 10 bulan mungkin bayi Anda sudah sangat aktif bergerak ke sana kemari. Makanya Anda harus ekstra hati-hati serta harus jaga stamina. Lumayan capek juga kan, kalau harus mengikuti mobilitas bayi Anda. Semakin hari ia mulai bisa belajar merangkak dengan cepat, serta bisa duduk dengan mudah dari posisi apapun. Kemungkinan besar dia pun sangat senang berjalan dengan berpegangan entah pada sisi meja, kursi, ataupun perabot lainnya yang tidak terlalu tinggi. Sebagian bayi lain mungkin baru bisa mengangkat tubuhnya dari posisi duduk ke posisi berdiri, dengan cara berpegangan ke sisi meja atau kursi. Terkadang ia akan bereksperimen dengan menggunakan satu tangannya untuk mengambil mainan yang ada di lantai, atau bahkan ia akan berani melepaskan kedua pegangannya untuk berdiri.

Untuk melakukan hal-hal yang baru tersebut terkadang bayi harus memerlukan bantuan. Untuk masalah bisa berdiri, sebagian besar orang tua membantu bayi mereka dengan memberikan baby walker.

Tetapi kita sebagai orang tua hendaknya harus berhati-hati dalam memberikan baby walker kepada buah hati kita. Sebaiknya kita juga harus meneliti dulu baik kualitas barang maupun fakta seputar baby walker ini. Karena penggunaan baby walker sampai saat ini masih kontroversial. Kebanyakan ahli tidak mendukung penggunaannya, karena justru membuat bayi Anda lamban bisa berjalan. Lebih baik Anda memberi semangat kepada si kecil untuk berjalan dengan mendorong-dorong kursi plastik kecil atau yang sejenisnya.

Disamping itu, kebanyakan kecelakaan berhubungan dengan baby walker terjadi pada bayi kurang dari 12 bulan. Yang paling serius adalah karena terjatuh. Dari luka yang terjadi, 16,5% kecelakaan karena baby walker mengenai kepala dan memerlukan perawatan. Selain itu, banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang mungkin sangat merugikan bayi Anda.

Lalu kenapa masih diminati.....

Karena baby walker secara sekilas terkesan praktis. Si kecil tinggal dimasukkan ke dalamnya, lalu ia pun bisa berjalan ke sana kemari dengan leluasa. Bagi bayi berusia 9-14 bulan yang sedang tidak bisa diam dan tengah melatih kemampuannya berjalan, baby walker merupakan penyelamat tenaga orang tua. Bukankah dengan begitu orang tua jadi tak perlu capek-capek menatih si kecil?. Apalagi di balik bahaya tersembunyi yang ada, baby walker tampak sebagai benda yang bermanfaat. Ketika bayi duduk atau berdiri dalam baby walker-nya, ia bisa menggerakkan kaki-kakinya dengan lincah. Namun, alasan penggunaan baby walker yang paling utama biasanya berkaitan dengan upaya mengatasi keinginannya bergerak ke sana kemari. Dengan bisa bergerak leluasa ia menjadi lebih tenang dan tidak bosan. Sementara bagi orang tua, ketenangan si bayi memberi kesempatan kepadanya untuk mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa harus mendampingi si kecil setiap saat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan.......

Namun dari kemudahan-kemudahan yang didapat dari baby walker, hendaknya dibarengi dengan pengawasan dan penjagaan yang ekstra ketat dari pengasuh waupun orang tuanya. Karena penelitian menyatakan bahwa mayoritas kecelakaan baby walker terjadi ketika orang tua atau pengasuh sedang mengawasi anaknya. Mengapa demikian? Karena kita seringkali kalah cepat dengan kecepatan bayi dalam baby walker yang dapat meluncur lebih dari 1 meter dalam 1 detik. Untuk itulah baby walker sama sekali tidak aman untuk digunakan, meskipun di bawah pengawasan orang dewasa.

Jika Anda memang memutuskan untuk membeli baby walker, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pilihlah baby walker yang aman dan sanggup menyangga bayi Anda atau dengan alat pengaman tertentu.

2. Ciptakan rumah yang aman bagi bayi Anda saat menggunakan baby walker.

3. Pastikan kaki bayi masih bisa menyentuh lantai pada saat duduk di atas walkernya.

4. Periksalah kestabilan bagian bawah baby walker dan perksa pula bagian-bagiannya apakah ada yang dapat menjepit jari lengan, kaki atau bagian yang tajam di baby walker.

5. Hindarkan bayi Anda masuk ke areal yang kurang aman dan usahakan di daerah yang permukaannya rata/datar saat berada di baby walker.

6. Periksalah apakah ada kabel listrik di lantai, pindahkan benda-benda yang dapat membuta bayi anda terjatuh dan membahayakan bayi Anda.

7. Ikuti instruksi yang ada saat pembelian dalam penggunaan baby walker dan jangan mengangkat baby walker saat bayi Anda masih berada diatasnya...karena kemungkinan tidak dirancang untuk itu.

8. Lakukan pengawasan saat bayi Anda berada di atas baby walker.

Jumat, 13 Agustus 2010

Agar Anak Tidur Nyaman

Tidur bagi anak tidak hanya berperan menggantikan tenaga yang hilang. Bagi bayi ataupun anak, tidur memiliki arti yang jauh lebih penting dan memegang peranan besar bagi perkembangannya. Saat tidur, hormon-hormon tubuh diproduksi, dan terjadi perbaikan fungsi sel-seltubuh,termasuk sel otak. Tidur juga akan membantu meningkatkan daya ingat.

Kebanyakan anak membutuhkan jadwal tetap sebelum tidur untuk membuatnya terbiasa tidur di malam hari. Meskipun demikian banyak anak yang mengalami sulit tidur meskipun telah mempunyai jadwal yang tetap. Kadang, tiba-tiba ia menolak untuk berangkat tidur atau sering terbangun di tengah malam. Disinilah kita sebagai orang tua harus berperan aktif untuk menciptakan suasana yang aman serta nyaman untuk anak. Sehingga ia dapat tidur dengan lebih tenang, serta tidak akan merasa takut. Brikut ini hal-hal yang dapat Anda coba jika Anak mengalami sulit tidur.

>>1. Buatlah kamar tidur bagi anak yang nyaman.

Suasana kamar tidur yang nyaman dan menyenangkan akan membuat anak betah tinggal di kamar, meskipun ditinggal di malam hari. Bila anak kita mempunyai kamar tersendiri, buatkan pintu penghubung dengan kamar orang tua. Sebaiknya pintu dibiarkan terbuka atau ditutup tapi jangan dikunci. Jangan taruh anak kunci di lubang kunci karena dikhawatirkan anak akan memainkannya danterkunci.

Bila anak Anda tidur sekamar dengan kakanya, hindari penggunaan kamar tidur bertingkat. Kendati kakak tidur di ranjang atas, dikhawatirkan s kecil memanjat dan terjatuh. Ada baiknya ranjang untuk anak balita dibri "pagar" pengaman. Terlebih bila saat tidurpun, ia tidak bisa tidur tenang.

>>2. Sertakan benda-benda yang disukai sebagai penenang.

Tidak ada salahnya membiarkan anak tidur didampingi oleh mainan atau benda tetentu yang telah dianggapnya sebagai penenang. Memeluk benda itu sering kali membutnya lebih cepat tidur dan merasa lebih tenang jika ditinggal tidur sendiri.


>>3. Kurangi waktu tidur siang.

Kebiasaan untuk tidur siang bukanlah keharusan bagi anak. Tentukan tidur siang sekitar 1-2 jam saja, agar malamnya ia bisa tidur 8-10 jam. Waktu tidur yang cukup sangat baik untuk kesehatan anak, memperlancar metabolisme dan meningkatkan aktivitasnya.

>>4. Perhatikan jadwal tidur.

Biasakan agar anak Anda tidur pada waktunya. Ajari mencuci tangan dan kaki, bacakanlah buku cerita serta berdoa sebelum lampu dimatikan dan sebagainya. Biasakan pola ini semenjak dini agar anak terlatih untuk berdisiplin.